Chanyeol Memulai Babak Baru dengan ‘Black Out’ : Review Mini Album Pertama
Setelah Dua Belas Tahun Bersama EXO, Chanyeol Akhirnya Memulai Perjalanan Solo dengan Mini Album ‘Black Out’! setelah menunggu cukup lama akhirnya Chanyeol mempersembahkan album debut solonya yang sangat dinantikan. Dengan teaser-teaser yang telah dirilis, kita bisa merasakan vibe khas ‘Chanyeol’ dalam setiap lagu. Mari kita telusuri lebih dalam dan ulas mini album pertama Chanyeol, Black Out.
- Black Out (Title Track)
- Hasta La Vista
- Ease Up
- Back Again
- I'm on Your Side Too
- Clover
Hal pertama yang mencuri perhatian dari lagu utama ini adalah durasinya. Dengan hanya dua menit lima puluh satu detik, rasanya sangat singkat untuk sebuah track utama di album. Seperti kata anak jaman sekarang, "kureng" banget! Kita butuh lebih!.
Lagu ini dimulai dengan paduan gitar dan synth yang manis, langsung disusul oleh chorus yang hadir di awal. Yang menarik adalah bagaimana beat drum memberikan nuansa cerah pada lagu yang bertema patah hati ini. Entah mengapa, begitu beat masuk, seketika kepala ingin mengangguk-angguk.
Di sepanjang MV lagu ini, kita menyaksikan bagaimana Chanyeol bergelut dengan kesedihan setelah ditinggal kekasihnya. Di tengah hiruk-pikuk kota Hongkong, rasa sedihnya tak kunjung hilang. Seolah-olah dunianya telah lenyap, Chanyeol memilih untuk tenggelam dalam kesedihan, terbenam dalam suasana gelap bersama ikan peliharaannya di akuarium. Suatu momen dramatis terjadi ketika tape, yang tampaknya memiliki makna khusus terkait sang kekasih, terjatuh dari bus. Pita tape yang tersisa, yang ia coba pegang sekuat tenaga, akhirnya putus tertarik oleh kecepatan bus. Sama seperti usahanya untuk mempertahankan hubungan yang pada akhirnya kandas, dunia Chanyeol kini terasa kelam dan kosong.
Ditulis oleh Lee Eun-song (Lalala Studio), Mola (PNP), dan Loey a.k.a Chanyeol sendiri, lagu ini menggambarkan betapa gelap dan kosongnya hidup setelah perpisahan. Liriknya benar-benar menyentuh, dengan ungkapan seperti "Hampa aja gitu aku tanpamu" yang terasa sangat personal dan menyentuh hati. Aku sendiri sangat menyukai lirik ini karena mampu menyampaikan perasaan kehilangan dan kesedihan yang mendalam dengan cara yang sangat menyentuh.
Ooh, without you my life's About to black out
Jujur, lagu ini mungkin tidak langsung bisa diterima oleh semua orang saat pertama kali didengarkan, meskipun ada bagian-bagian yang cukup catchy. Lagu ini memerlukan waktu agar bisa benar-benar terhubung dengan pendengar. Tidak seperti lagu-lagu ceria yang langsung bikin senang, "Black Out" menawarkan nuansa yang lebih gelap dan melankolis. Namun, justru karena itulah lagu ini sangat cocok dengan gaya musik Chanyeol, yang dikenal menyukai band-band seperti Radiohead, X Japan, dan Coldplay. Sebenarnya, ini sesuai dengan ekspektasi, karena aku selalu membayangkan Chanyeol akan debut dengan musik yang seperti ini. Lagu ini benar-benar mencerminkan karakter musikalnya dengan sangat baik.
Aku sangat merekomendasikan lagu ini untuk kamu dengarkan di malam hari saat hujan turun, atau saat kamu berada di dalam transportasi umum sambil bersandar di jendela, merenung, dan meratapi nasib. Lagu ini benar-benar pas menemani suasana hujan yang mendayu-dayu, menambah keasyikan saat melamun dalam gelapnya malam.
Lagu ini menjadi satu-satunya lagu di album ini yang melebihi durasi tiga menit, dan seperti track sebelumnya, dimulai dengan alunan gitar—kali ini elektrik. Sejak pertama kali mendengar teaser-nya, aku langsung merasa bahwa lagu ini memiliki pesona tersendiri. Melodi dan lirik “Hasta La Vista” memang memiliki daya tarik yang kuat, membuat kita mudah jatuh cinta pada kesan yang ditinggalkannya.
Lagu yang bergenre emo pop ini menawarkan melodi yang sangat catchy dan memikat. Vibenya terasa ceria, sangat kontras dengan suasana melankolis dari track sebelumnya. Jika kita mendengarkannya lebih seksama, kita akan mendengar Chanyeol yang berteriak-teriak di latar belakang, menambah intensitas emosional. Harmoni yang muncul menjelang akhir lagu juga memberikan sentuhan manis yang memanjakan telinga, menutup lagu ini dengan penuh kehangatan.
Berasal dari bahasa Spanyol, “Hasta La Vista” berarti “sampai jumpa lagi.” Dalam konteks lagu ini, makna tersebut menggambarkan perpisahan antara dua pasangan dengan cara yang lebih positif. Mereka menyadari bahwa hubungan mereka harus berakhir, tetapi memilih untuk mengucapkan selamat tinggal dengan harapan akan bertemu lagi di masa depan, tanpa meninggalkan penyesalan. Meskipun tidak ada kepastian bahwa mereka akan benar-benar bertemu lagi, perpisahan ini diwarnai dengan sikap yang lebih tenang dan penuh pengertian, dibandingkan dengan perpisahan yang penuh air mata.
Even if days of sadness remain
No, no, no more farewells filled with tears
Lagu ini memang sempurna untuk melengkapi playlist kamu saat naik motor di sore hari, menunggu matahari terbenam. Vibe ceria dan melodi catchy-nya membuatnya ideal untuk menemani perjalanan atau sebagai latar belakang saat kamu sedang jalan-jalan. Melodinya benar-benar menyenangkan dan bisa menambah keindahan setiap momen perjalananmu.
Intro lagu ini langsung menarik perhatian dengan noise terdistorsi dan beat ritmik yang sangat candu, memberikan kesan awal yang segar dan unik. Sesuai dengan namanya, "Ease Up" memang terasa lebih laidback dan santai dibandingkan dua track sebelumnya—membawa vibe yang lebih easy-going. Selain intro yang menawan, bagian synth dalam lagu ini juga sangat melekat di telinga, menambah daya tariknya. Suara rendah Chanyeol yang sedikit serak semakin memperkaya nuansa lagu, membuatnya semakin memikat dan nyaman untuk didengarkan.
Lagu ini, yang juga ditulis oleh Chanyeol sendiri, menceritakan tentang keindahan menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai—menikmati kebersamaan di rumah dan melakukan hal-hal sederhana yang menjadi sangat berarti ketika dilakukan bersama. Bayangkan saja, kalau ada yang menyanyikan lagu ini untukku, pasti meleleh! Sebagai seorang introvert, rasanya sangat bahagia ada yang ingin menghabiskan waktu bersama. Hahaha. Untuk alasan pribadi, kutipan lirik berikut ini adalah favoritku dari lagu ini:
You don’t dress up
Just a loose-fit T-shirt today
"Ease Up" benar-benar pas untuk menemani momen santai di hari libur, terutama jika kamu sedang bersama pasangan. Namun, kalau aku bisa memilih, aku akan sangat senang jika ada yang menyanyikan lagu ini khusus untukku, supaya mereka tahu betapa nyamannya aku saat bersamanya. (Eaaa)
Lagu ini adalah yang paling aku nantikan sejak teaser-nya dirilis, dan sesuai ekspektasi, ia benar-benar memukau. Meskipun begitu, sayangnya ini adalah lagu dengan durasi terpendek di album ini, hanya dua menit tiga puluh sembilan detik. Kurang banget, kan? AaAAKKHHH!!
Dengan genre hip hop old school, lagu ini memberikan rasa nostalgia yang familiar bagi penggemar musik tahun 2000-an. Aksen rock yang menyertainya menambah kekuatan dan energi pada lagu ini, terutama dengan solo gitar yang keren banget. Rasanya, Chanyeol benar-benar harus mempertimbangkan untuk merilis album spesial rock di masa depan—gaya ini sangat cocok untuknya!
Lagu ini seperti sebuah perjalanan mimpi saat demam, bercerita tentang menjadi seorang pahlawan yang berhasil mengalahkan semua penjahat di dunia mimpinya. Namun, pada akhirnya, semua itu hanyalah sebuah ilusi. Keunikan dari lirik lagu ini terletak pada cara setiap verse menggambarkan berbagai peristiwa di dalam mimpi, sementara chorus-nya menyadarkan pendengar dengan tegas bahwa semua itu hanyalah mimpi semata. Setiap kali masuk ke bagian chorus, seolah ada suara yang berteriak, "Woi, ini cuma mimpi, sadar woi!"—membuat pengalaman mendengarkan lagu ini menjadi begitu imersif dan penuh kejutan.
After waking up from a dream
Only the last scene remains
Kalau kamu lagi pengen mini konser di rumah, coba deh putar lagu ini. Rasanya kayak punya panggung sendiri, dan pasti seru banget dinyanyikan sambil teriak-teriak. Meski mungkin nggak sekeras heavy metal, lagu ini tetap punya energi yang bikin kamu pengen beraksi. Jangan lupa untuk menikmati performa gitar solo di bagian bridge—bagian itu benar-benar keren dan bikin pengalaman mendengarkan jadi semakin memukau!
Lagu ini mengingatkan aku pada era kejayaan band-band seperti Simple Plan, Linkin Park, dan Lifehouse. Dengan gaya rock yang tidak terlalu berat namun tetap penuh makna, lagu ini menawarkan melodi yang familiar dan pesan yang menyentuh. Meski sederhana, ia berhasil menyampaikan emosi dan dukungan dengan kuat.
Lagu ini adalah contoh sempurna mengapa punk rock selalu berhasil menyentuh hati, bahkan tanpa memahami liriknya sepenuhnya. Dengan intro yang dimulai dengan bass dan hi-hat yang memikat di bagian verse, serta ledakan heavy drum saat chorus, lagu ini benar-benar mencuri perhatian. Rasanya emosional dan energik, membuatnya layak mendapat chef’s kiss. Secara mengejutkan, aku sangat menyukai lagu ini!
Seperti yang diungkapkan Chanyeol, lagu ini merupakan pesan khusus untuk EXO-L, dan itulah yang membuatnya semakin emosional. Rasanya seperti perjalanan panjang bersama dengan idol, penuh dengan memori berharga. Saat melihat ke belakang, perjalanan ini terasa sangat berarti, meski tampaknya sederhana. Lagu ini juga sangat cocok dinyanyikan untuk orang-orang yang selalu ada di sisi kita, mendukung dan menyemangati kita. Inti dari lagu ini adalah tentang saling mendukung, dan liriknya benar-benar menyentuh hati.
I’m still here, your Peter Pan
Back in those youthful days, you and I, yeah
We were quite clumsy with our affection
Remembering us melting into the end of the day
I pray it was a happy time
Aku sangat merekomendasikan lagu ini untuk didengarkan saat kamu merasa sedih atau butuh dorongan semangat. Ketika hidup terasa melelahkan dan berbicara dengan seseorang bukanlah pilihan, cobalah putar lagu ini. Melodi dan liriknya bisa memberikan dorongan positif, mengingatkan kita bahwa ada seseorang yang selalu ada di sisi kita, siap memberikan dukungan.
Album ini ditutup dengan lagu yang benar-benar easy listening dan manis, yaitu "Clover". Satu hal yang aku suka dari suara Chanyeol adalah kemampuannya untuk terdengar semanis ini ketika diperlukan. Aku sangat iri dengan Zarr, karena lagu ini dibuat khusus untuknya dan terasa sangat menyentuh. Pokoknya, ini lagu yang bikin iri sekaligus terpesona!
Lagu ini benar-benar menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Chanyeol terhadap Zarr (maaf, Toben minggir dulu). Di sini, Chanyeol mengungkapkan betapa Zarr adalah keberuntungan dalam hidupnya—selalu ada di sampingnya, baik di hari-hari buruk maupun saat dia baru bangun. Aku jujur belum pernah melihat lagu yang secara khusus ditujukan untuk binatang peliharaan, apalagi dengan keindahan dan kemanisan seperti ini. Memang, kalau seorang artis punya cara unik untuk mengekspresikan karyanya, ini adalah salah satu contohnya.
Time seems to move faster for you
Should we try to hold onto this fleeting night?
Lagu ini benar-benar menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Chanyeol terhadap Zarr (maaf, Toben minggir dulu). Di sini, Chanyeol mengungkapkan betapa Zarr adalah keberuntungan dalam hidupnya—selalu ada di sampingnya, baik di hari-hari buruk maupun saat dia baru bangun. Aku jujur belum pernah melihat lagu yang secara khusus ditujukan untuk binatang peliharaan, apalagi dengan keindahan dan kemanisan seperti ini. Memang, kalau seorang artis punya cara unik untuk mengekspresikan karyanya, ini adalah salah satu contohnya.
Lagu ini benar-benar manis dan menenangkan telinga dengan melodinya yang lembut. Ada rasa hangat dan penuh kasih yang terasa saat mendengarkannya. Bahkan bagi aku yang tidak memiliki binatang peliharaan, persahabatan antarac Zarr dan Chanyeol tetap terasa menyentuh. Aku dan Toben akan duduk di pinggiran sambil iri melihat interaksi lovey-dovey antara Zarr dan Chanyeol.
Secara keseluruhan, mini album Black Out menampilkan sisi yang lebih pribadi dan mendalam dari Chanyeol sebagai seorang artis solo. Setiap lagu mengungkapkan berbagai nuansa emosional, dari kesedihan mendalam hingga kebahagiaan sederhana, yang semuanya dibalut dengan kualitas musikal yang memukau. Dari melankolisnya “Black Out” hingga manisnya “Clover,” album ini menggambarkan perjalanan emosional yang kaya dan bervariasi.
Dengan debut solo ini, Chanyeol tidak hanya memperlihatkan kemampuannya dalam menciptakan musik yang menyentuh hati, tetapi juga membuktikan bahwa ia memiliki jangkauan dan kedalaman artistik yang luar biasa. Jadi, jika kamu mencari album yang menawarkan pengalaman mendalam dan reflektif, Black Out adalah pilihan yang tepat. Selamat menikmati perjalanan musikal ini, dan semoga setiap lagu di album ini bisa menyentuh hati dan menambah warna dalam hari-harimu.
0 Comentarios